lari?

Semua orang senang berlari. Dengan berlari kita membakar energi, termasuk energi yang negatif pun akan ikut terbakar habis. Akibatnya yang tersisa tinggallah keletihan. Namun berlari akan jadi menyenangkan kalau kita ditemani orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita.

Tapi tahukah, kalau berlari itu juga membutuhkan teori agar otot kita enggak cedera? untuk lari jarak pendek saja misalnya, butuh beberapa tahap (yang saya juga baru tahu) yaitu :
tahap reaksi dan dorongan (reaction dan drive)
tahap percepatan (acceleration)
tahap tansisi/perobahan (transition)
tahap kecepatan maksimum (speed maximum)
tahap pemeliharaan kecepatan (maintenance speed)
finish…

rumit eh, bikin berlari jadi enggak mudah lagi…

tapi kayanya itu jadi enggak penting, kalo kita memang butuh berlari. Yang kita lakukan tinggal mengayunkan kedua kaki kita secepat-cepatnya, melebihi kecepatan jalan, di mana ada saat kedua kaki kita enggak menyentuh tanah. Itulah berlari.

semudah itu…

sayangnya berlari jadi lebih enggak mudah lagi, kalo kita lari enggak tau tujuannya…

memangnya mau lari-lari di jalan kaya orang gila?

yang bener aja…

eh, jadi inget seorang temen yang udah lama enggak ketemu…

…berlari untuk entah…

Salam untuk Wimo Ambala Bayang, masihkah kamu berlari untuk entah?