Tuhan dan Lari
Kelelahan hanya berupa dengusan nafas - memburu berlari memaksa saling mendahului di rongga-rongga pernapasan. Di pinggir lapangan sepakbola atau di samping lintasan atletik, mungkin terdengar akan biasa.
Pernahkan berpikir tentang nafas yang berlari sela-menyela, berlomba menjelang sakratul maut?
Tuhan kau membuatku selalu berlari.
Selama hidup berlari mengejarmu. Mencarimu. Dibelakangmu. Selalu Kalah. Tak pernah mampu kudahului kau. Yah sebab kaulah Tuhan.
Menjelang mati kurasa nuansa kejar-kejaran dalam nafas yang berlari saling mendahului - berlomba di rongga-rongga pernapasan.
Tuhan kaulah sang juara lari.
Aku takan pernah mampu mengalahkanmu dalam lintasan kehidupan.

