Rokok

Bagaimana jika gerakan anti-rokok hanyalah kedok perusahaan farmasi global? Bagaimana jika larangan impor rokok kretek yg diberlakukan US adalah kampanye terselubung untuk me-rokok putihkan Indonesia dan dunia? Bagaimana jika ternyata rokok terbukti menyehatkan? Bagaimana jika Bloomberg tidak mengucurkan dananya? Masih haramkah rokok?

Bagaimana jika iPhone ternyata produk yang digunakan untuk menggalang dana perang oleh investor dari jazirah Arab? Bagaimana jika ternyata kiblat itu tidak pernah ada? Bagaimana jika burqa hanya untuk menutup kumis tipis-tipis? Bagaimana jika Al Quran turun di Perancis bukan di Arab?

bagaimana kalau semuanya tidak seolah-olah?

Bagaimana jika semuanya tidak hanya seolah-olah? Bagaimana jika semuanya bukan simulasi? Bagaimana jika semua terjadi tidak sesuai rencana? Bagaimana jika semua yang kamu tahu tentang perubahan iklim benar? Bagaimana jika semuanya tidak dibuat oleh Apple atau Microsoft? Bagaimana kalau semua yang kamu tahu tentang diet dan hidup sehat ternyata bukan cuma propaganda? Bagaimana jika semua yang kamu sentuh tidak menjadi emas? Bagaimana jika semua yang kamu percaya adalah bukan tipuan? Bagaimana jika semuanya tidak punya tombol “undo”? Bagaimana jika semua yang kamu lakukan tidak ada di Wikileaks? Bagaimana jika semuanya tidak punya “tanda air”? Bagaimana jika semuanya tidak gratis? Bagaimana kalau semuanya tidak salah sekaligus tidak benar? Bagaimana jika semuanya tidak berbeda? Bagaimana jika semuanya tidak baik-baik saja? Bagaimana jika semuanya tidaklah semu dan kamu lah satu-satunya yang tidak nyata? Bagaimana jika semuanya adalah bukan prioritas utama? Bagaimana jika semua penulis punya nama? Bagaimana jika semuanya adalah apa-apa? What if everything was not as if?

After The Matrix

Bagaimana jika kau memilih pil biru, dan ternyata kau tak pernah terbangun pada ranjangmu dan yakin apapun yang mau kau yakini? Bagaimana jika kau memilih pil merah, dan ternyata tak ada surga, dan ternyata tak seorang pun menunjukkanmu ke mana petualangan akan berkahir?

Bagaimana jika pada akhirnya setelah kita mati ternyata kita bangun di dalam sebuah laboratorium raksasa. Dan ternyata semua cinta, kesedihan, marah, perang, penderitaan dan semua ilmu yang kita miliki adalah simulasi belaka. Karena planet ini ternyata telah hancur seribu lima ratus tahun lalu akibat tabrakan meteor yang juga memusnahkan spesies dinosaurus. Lalu beberapa ilmuan yang tersisa membangun teknologi yang mampu menciptkan simulasi kehidupan. Ilmuan-ilmuan itu kadang menampakan diri yang sering di sembah sebagai dewa-dewa, Tuhan, Allah, Yehuwa, dan Alien. Bagaimana jika apa yang kita alami, kita cari, kita ketahui sekarang ini tidak berarti apa-apa? Bagaimana?